Laluba, sebuah kompilasi cerita pendek dengan jalinan plot yang unik. Disertai komposisi metafor yang magnetis. Nukila mengangkat hal-hal kecil menjadi besar, mengajak kita menelusuri dasar lautan impresi yang terdalam, menapak di antara puing-puing kosa kata yang lirih, dan ikut terjerat dalam jaring-jaring rima yang rapi sekaligus memesona.
Cukup... cukup! Saya cuma mau sharing beberapa kutipan dari kumpulan cerpen Laluba karya Nukila Amalyang menurut saya sangat menenggelamkan. Kutipan-nya saya ambil secara random. Siapa tahu bisa memberi inspirasi buat teman-teman deviant. Sekaligus buat rekomendasi bacaan kalau nanti ke toko buku.
---
Tubuh itu berbungkus kepompong putih, bergeletar dingin, namun masih bergerak-gerak indah. Kian mengindah. Sebab sembari menari, penari salju mendengarkan kisah perjalanan panjang setiap butir salju yang jatuh, jatuh di telapak tangan, bibir, telinga. Mereka bercerita tentang awal hati yang mengkristal, ketidakmurnian di udara, perubahan halus cuaca, tegangan permukaan, tubuh yang mesti memecah, sejam melayang, angin yang mengantar jauh. Tak ada perjalanan yang sama. Meski mereka sama menari angin. Salju terus bertabur, kian melimbur. Penari salju menatap bentukan kristalin itu satu-satu, kisi-kisi segi enam mandala, tentang cecabang ke segala arah. Tak ada bangun yang sama. Meski semata sama: keindahan yang dingin.
(dikutip dari cerpen Rehat Hati)
---
Telah semalaman aku duduk di sini, berdiang dekat cahaya lilin di dapur. Aku melihat tepi cahayanya meliuk kuning biru, menjatuhkan bayanganku pada dinding kayu - ia bergerak ke sana-ke mari seperti penari, padahal aku duduk diam. Berjam-jam aku mengamati bilah-bilah kayu, menelusuri permukaannya yang memecah seperti urat nadi pucat. tapi aku tak bicara pada mereka. Aku tak bicara padamu. Aku tak bicara pada siapa-siapa. Aku hanya duduk di sudut, menunggu.
(dikutip dari cerpen Laluba)
---
Di depanmu, pasir dan air berkilau jernih seperti ditumpahi seribu berlian. Juga embun di pucuk-pucuk ilalang. Matahari telah menjelma bola besar, menjingga merah emas, diam, jauh dari semua keriuhan ini. Betapa, ketika maut menghampiri begitu dekat, kehidupan seakan memelukmu kuat-kuat dalam dekapannya.
(dikutip dari cerpen Laluba)
---
Gerak jarinya terhenti di sana. Semestinya ia membubuhkan sebuah titik di akhir kalimat, sebuah henti dari gerak kata-kata. Tapi ia telah berhenti pada sebuah koma, sebuah masih, yang akan berlanjut. Dan koma yang terhenti serupa titik, adalah ketenangan yang terusik.
(dikutip dari cerpen Surat Seorang Seniman Tua kepada Anaknya)
---
Mata. Dan segala yang sulit pun tampak mudah, ketika tiba di mata
(dikutip dari cerpen Kelak Benda-Benda)
---
Aku menatap warna matamu yang biru kehijauan. Malam telah membuatnya gelap hampir hitam. Malam ini matamu cermin sempurna. Aku membayangkan betapa cahaya warna-warni semestinya akan tampak indah memantul di kedalaman matamu. Di dalam sana, selesat cahaya akan menerjang naik, meledak pecah jadi bentuk entah apa. Kita belum lagi tahu. Tapi kembang api akan hilang warna-warna dalam hitam putih matamu. Setiap jelas warna akan menjelma hitam, putih, dan nuansa tipis kelabu di antara. Di dalam matamu.
(dikutip dari cerpen Kembang Api)
---
Angin kencang tiba-tiba bertiup. Meriapkan rambut dan bajunya, meliukkan dedaunan mengibaskan bendera. Ia tak perlu menoleh untuk tahu bahwa angin kencang akan menghamburkan goresan namanya di atas tanah. Menjadi debu.
(dikutip dari cerpen Singgah di Sirkus)
Devious Comments
--
Face your past without regret.
Handle your present with confidence.
Prepare for the future without fear.
Keep faith and drop the fear.
Don't believe your doubts and never doubt your beliefs.
Life is wonderful if you know how to live it
Saia juga bacanya perlahan, kalo asal scanning kagak ngerti
Biasanya baca yang kayak gimana, Mbak?
--
please check this >>>> [link]
--
_______________________
Proud member of indonesia
--
please check this >>>> [link]
Bacanya emang mesti pelan2. Biasanya baca yang kayak gimana Mbak?
kmaren aja soalnya PG trus banyak kayak gininya... abis itu satu angkatan remed semua. yang parahnya remednya di kasih soal yang sama persis...
--
please check this >>>> [link]
Previous Page1234Next Page